BIODATA

BIODATA H. ALEX NOERDIN

 1. Asal Usul / Tempat Kelahiran

Alex Noerdin dilahirkan di Palembang 9 September 1950 di Rumah Sakit Katolik Charitas Palembang. Pada saat kelahirannya Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia yang sedang berkunjung ke Palembang meluangkan waktu menjenguknya di RS. Charitas. Peristiwa kunjungan ini erat kaitannya dengan kedudukan ayahnya (Nurdin Panji) yang pada saat itu mejabat sebagai Komandan Komando Militer Kota Palembang.

Sejak dilahirkan Alex dibesarkan dalam lingkungan keluarga pejuang yang penuh disiplin. Ayahnya sendiri kemudian tidak melanjutkan karier militernya hingga pensiun. Sebagai putera seorang pejuang disiplin dan berkarya tanpa pamrih telah tertanam di jiwa Alex Noerdin. Kerja keras dan tekun merupakan karakter yang telah diwarisi dan ditanamkan sejak usia balita.

Sebagai seorang putra dari Bapak Noerdin Panji Alex telah menampakkan bakat tersendiri yang cenderung dipanuti oleh anak- anak seusianya.

 

2. Orang Tua

H. Muhammad Noerdin Panji yang lahir pada 3 Nopember 1924 di Gunung Meraksa Kecamatan Pendopo Kabupaten Lahat adalah ayah Alex Noerdin. Noerdin adalah putera H. Pangeran Ibrahim dari Gunung Meraksa. Hj. Fatimah Istri Noerdin Panji adalah puteri Pangeran Abdul Hamid dari Sekayu Ibukota Marga Menteri Melayu di Kabupaten Musi Banyuasin. Bagi Alex Noerdin baik dari pihak ayah maupun ibu berasal dari keluarga yang pernah menduduki jabatan tertinggi dalam marga dalam sistem pemerintahan marga yang tradisional. Bukan saja Pasirah atau Pangeran yang menjadi panutan bagi warganya akan tetapi para keluarga terutama anak-anak sedapat mungkin menjadi contoh keteladanan pula dalam masyarakat.

H. Noerdin Panji adalah seorang Pejuang Kemerdekaan pada era revolusi fisik 1945-1949. Karier militernya dirintis sejak 1943 pada masa pemerintahan Jepang dengan pangkat Letnan Dua tentara sukarela Jepang yang terkenal dengan sebutan Giyugun. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan yang diikuti oleh revolusi fisik, Noerdin Panji berada dalam jajaran Pejuang Kemerdekaan di Sumatera Selatan dengan pangkat Mayor, selama revolusi fisik. Berbagai jabatan di embannya antara lain sebagai Komandan Batalyon Mobil dalam Komandemen Sub Teritorial Lampung (STL) dan sekaligus Komandan Front Utara STL di Kotabumi.

Selain itu selama karier dalam kemiliteran beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Devisi I di Lahat Sumatera Selatan. Kemudian Staf hubungan Komandan Sumatera Utara, Kepala Staf Resimen XI, Resimen 41 Lampung, Kepala Staf Brigade Garuda Hitam, Sub Teritorium Lampung dan terakhir Komandan Batalyon 205 Teritoriem II Sriwijaya. Kemudian pada 1961 Beliau mengundurkan diri dari kemiliteran atas permintaan sendiri dalam pangkat Mayor Infantri.

Setelah keluar dari bidang kemiliteran Noerdin Panji aktif dalam berbagai kegiatan seperti anggota DPRD Sumatera Selatan pada tahun 1960. Kemudian Ketua DPRD Sumsel 1966, anggota MPRS Utusan Daerah 1968. Ia juga menjabat sebagai Ketua IV Dewan Harian Nasional Angkatan 45 tahun 1971-1976. Pada tahun 1974-1979 ia juga menjabat Ketua IV Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia.

Selanjutnya pada 1979 menjadi Kabat IDPOL dan anggota pimpinan pusat Legiun Veteran hingga menjabat Kepala Bagian Bina Patusi pimpinan pusat Legiun Veteran RI (Sumeks, 29 November 2004, H. 24).

Sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan ayah Alex dianugerahi berbagai penghargaan ataupun tanda jasa diantaranya : Bintang Gerilya (Era Revolusi Fisik), Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan Satu, (saat Belanda melakukan Agresi Militer I 21 Juli 1947), Satya Lencana Perang Kemerdekaan Dua (ketika Agresi Militer II 19 Desember 1948), Satya Lencana Wiradharma, Satya Lencana Penegak. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Urusan Veteran RI Nomor 276/MUV/1962 Noerdin Panji diakui sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan RI golongan A. Jiwa dan semangat serta pengabdian terhadap kehidupan masyarakat bangsa dan negara tercermin pula dari upayanya untuk menjadi orang nomor satu di Sumatera Selatan dengan ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan berturut-turut pada pemilihan tahun 1963, 1967 dan 1978 walaupun belum pernah berkesampaian.

Dalam lingkup keluarga Noerdin Panji ayah Alex adalah seorang pembina panutan dan contoh teladan terutama bagi putera-puterinya. Kedisiplinan ditanamkan sejak dini. Satu contoh kecil yang pernah dikemukakan sendiri oleh Alex Noerdin dan tetap dipatuhi oleh anak-anak bahkan cucunya adalah tidak “merokok” (Sumeks, 29-11-2004, H. 24). Kebiasaan ini pula yang dibawa Alex Noerdin dalam lingkungan tugasnya kemudian sehingga dalam lingkungan kantor Pemda Kabupaten Muba dapat dikatakan bebas asap rokok. Sikap setia dan mencintai keluarga juga masyarakat tercermin dari wasiatnya sebelum meninggal pada 5 Juli 1958 Noerdin Panji minta dikuburkan satu liang kubur dengan isterinya tercinta Hj. Fatimah yang telah mendahuluinya pada 24 November 1981 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir Jakarta “demikian kata Alex”. Dari tanda penghargaan terutama bintang gerilya sebenarnya Noerdin Panji dapat saja dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta “demikian pernyataan Sekretaris DHD Propinsi DKI Jakarta Edi Sofwan.

 

3. Pendidikan

Alex Noerdin yang dilahirkan di Palembang pada 9 September 1950 menempuh pendidikan dasar dan menengah atas di kota Palembang. Dalam usia menjelang 13 tahun yaitu tahun 1963 Alex Noerdin telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) tiga tahun kemudian yaitu 1966 ia menyelesaikan pula pendidikan pada Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama (SMP). Begitu pula tiga tahun kemudian yaitu tahun 1969 ia juga menyelesaikan pendidikan pada Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA).

Hasrat dan keinginannya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan terus berlanjut. Selama 11 tahun dari 1969-1981 ia mengikuti pendidikan di perguruan tinggi pada dua Fakultas dari dua Universitas. Pada tahun 1980 ia menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti di Jakarta sebagai Sarjana Teknik Industri dengan gelar Insinyur (Ir). Setahun kemudian 1981 ia juga mendapatkan gelar kesarjanaan sebagai Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.

Bermodalkan dua gelar kesarjanaan ini pula pada awal Februari 1980 Alex Noerdin mulai pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam turut mengisi dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upayanya untuk terus menuntut ilmu pengetahuan berlanjut baik di dalam maupun di luar negeri. Pendidikan di luar negeri antara lain : Post Graduate Diploma Integrated Development Management Institue for Housing Studies (HIS Roterdam Netherlands 1987-1988), kemudian Program Of The Unit Housing and Urbanization Harvard University Cambridge 1992. Selanjutnya diikuti pula pelatihan di luar negeri seperti :

- International Training Course in Regional Development Planing, United Nations Centre for Regional Development (UNCRD), Nagoya, Japan 1985.

- International Traning Course on Integrated Urban Policy United Nations Population Fund (UNDF), Kobe, Japan, 1996.

Alex Noerdin juga menjalankan tugas kedinasan ke luar negeri antara lain :

- Presentation Community Development, Word Habitat, Istambul, Turkey, 1997.

- Sebagai wakil Indonesia pada Internation Workshop on The Role of Local Government in Fostring, Bussines Partnership for Environmental Sustainability City Net, Katmandu, Nepal 1999.

Alex Juga mengikuti pendidikan penjenjangan diantaranya:

- Spadya Departemen Dalam Negeri Angkatan XIV DKI Jakarta 1993.

- Spamen LAN RI Angkatan I Kelas F, Jakarta 1996 dan

- Spati LAN RI Angkatan VII Jakarta tahun 2000.

 

4. Kedudukan Sebelum Menjabat Bupati / Kepala Daerah

Langkah awal Alex Noerdin berkecimpung dalam jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) berada dalam jajaran pemerintah daerah propinsi Sumatera Selatan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Sumatera Selatan. Terhitung sejak 1 Februari 1980 dengan pangkat “Pengatur Muda” Golongan II/b Alex Noerdin bertugas sebagai anggota Staf Bappeda Tingkat I Sumatera Selatan. Pada 1 Maret 1991 sebagai pemegang Ijazah SI mendapat penyesuaian kepangkatan menjadi “Penata” golongan III / a. Sekaligus dipercayakan sebagai Pejabat Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata pada Bappeda Tingkat I Sumsel. Pada 1 Maret 1983 mendapat kenaikan pangkat “Penata Muda Tingkat I” Golongan III / b dan diserahi jabatan sebagai “Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata” juga pada Bappeda Tingkat I Sumsel. Karier Alex Noerdin terus meningkat. Sebagai Penata golongan III/c dan Penata Tingkat I golongan III/d ia menjabat sebagai Pejabat Kepala Bidang Fisik Prasarana dan Sarana pada Bappeda Tingkat I hingga 29 Desember 1989.

Selepas dari Bappeda Tingkat I Sumsel ia diserahi tugas sebagai “Kepala Cabang Dinas Pariwisata Kotamadya Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin” (kini saat pengenalan atas Kabupaten Musi Banyuasin mulai dijalaninya). Seiring dengan itu maka terhitung sejak 4 September 1990 ia diserahi tugas sebagai “Kepala Dinas Pariwisata Kotamadya Palembang” dengan pangkat Pembina golongan IV/a. sebelumnya ia hanya sebagai Kepala Cabang Dinas Pariwisata saja. Kepala Bappeda Kotamadya Palembang dipercayakan pula kepadanya 24 September 1994. Selama tiga tahun hingga 1997 sebagai Kepala Bappeda Kotamadya Palembang. Masa 1997 – 1998 selama dua tahun dengan pangkat Pembina Tingkat I golongan IV / b berturut-turut Alex Noerdin menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Selatan hingga pejabat tetap Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Selatan.

Pada 2 Mei 1999 langkah awal bagi Alex Noerdin bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin dengan pangkat Pembina Utama Muda (Golongan IV/c) ia menduduki jabatan sebagai “Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin” di Sekayu. Sementara itu pada 10 Juni 2001 Nazom Nurhawi sebagai Bupati Musi Banyuasin mengakhiri masa tugasnya (4 Juni 1996-10 Juni 2001). Alex Noerdin ditugaskan sebagai pelaksana harian (PLH) Bupati Musi Banyuasin sementara belum terpilihnya Bupati yang baru.

Pemilihan Umum untuk anggota DPR dan DPRD Tingkat I serta Tingkat II berlangsung 7 Juni 1999. Dari Pemilu ini telah menghasilkan anggota DPRD Muba yang pelantikannya pada 11 September 1999. Pada 14 Oktober 1999 dilantiklah Ketua DPRD Muba yang terpilih yaitu Letnan Kolonel CPL. Lili Achmadi. Langkah selanjutnya dilakukan pula pemilihan Bupati. Dalam pemilihan ini H. Alex Noerdin terpilih sebagai Bupati Muba. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.26-490 tahun 2001 tanggal 26 Desember 2001 Alex Noerdin dilantik pada 31 Desember 2001.

Selanjutnya sebagai Wakil Bupati terpilih Mat Suro. Ia juga dilantik pada 31 Desember 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.26-491 tahun 2001 tanggal 26 Desember 2001. Kini Alex Noerdin mulai lapangan pengabdian baru sebagai Bupati Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain berkiprah dalam bidang pendidikan dan birokrasi Alex Noerdin juga berpartisipasi

dalam berbagai perkumpulan organisasi. Bebagai jabatan yang diembannya :

1.Ketua DPC Pemuda Panca Marga Kodya Palembang 1981-1986

2.Ketua DPD Pemuda Panca Marga Propinsi Sumatera Selatan, 1987-1991

3.Wakil Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Panca Marga, Jakarta 1991-1994.

4.Wakil Sekretaris GOLKAR Kotamadya Palembang 1986-1996

5.Wakil Ketua Bapilu Kodya Palembang, 1992

6.Wakil Ketua KORPRI Unit Kantor Dinas Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, 1997 – 1999.

7.Ketua Pesatuan Senam Indonesia (PERSANI) Kodya Palembang 1991 – 1995 dan 1995 – 1999.

8.Pengurus Institut Karate – Do Indonesia (INKAI) Sumatera Selatan, Sejak 1984.

9.Ketua DPD INKAI Sumatera Selatan, 1993 – 1995.

10. Penasehat DPD INKAI Sumatera Selatan 1995 – sekarang

11. Wakil Ketua KONI Kodya Palembang, 1995-1998

12. Anggota Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PERBAKIN) Sumatera Selatan, 1997 – sekarang

13. Wakil Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) 1997 – sekarang

14. Wakil Ketua Umum Pengurus Daerah Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Selatan, 1997 – sekarang.

15. Pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Selatan 1997 – sekarang.

16. Ketua Persatuan Sepakbola Musi Banyuasin (PERSIMUBA) 2000 – 2004

17. Ketua KONI Kab. Musi Banyuasin 2001 – 2005

18. Wakil Ketua Pengda Perbakin Sumsel 2002 – 2006

19. Ketua Umum Persatuan Olahraga Terbang Layang ( Portela ) Sumsel 2002 – 2007

20. Wakil Ketua Pengda PSASI Sumsel 2002 – 2007

21. Wakil Ketua Executive Shooting Club Sumsel 2002 – 2007

22. Anggota Kehormatan Purna Paskibraka Indonesia ( PPI ) Sumsel 1986 – sekarang

23. Ketua DPD I Partai Golkar 2004 – 2009

24. Ketua APKASI / BKKSI 2005 – 2008

25. Ketua Harian PRSI

26. Ketua PORDASI Sumsel

27. Ketua Umum Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas ( FKDPM ) 2005 – 2008

28. Ketua Pengurus Pusat Angkat Besi dan Angkat Berat Indonesia

 

5. Karya / Gerak Tindak Selama Masa dalam Jabatan Bupati / KDH

Pada 1 Januari 2001 adalah langkah awal H. Alex Noerdin berkiprah dalam jabatan Bupati Kabupaten Musi Banyuasin setelah dilantik pada 31 Desember 2001 dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai Bupati Alex Noerdin mengacu terutama pada Undang-Undang Otonomi Daerah Nomor 22 tahun 1999 yang disahkan pada 7 Mei 1999 dari Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 antara lain yang terpokok mengenai Bab IV pasal 11 tentang Kewenangan Daerah. Dari pasal 11 ayat (1) kewenangan daerah Kabupaten dan Kota mencakup semua kewenangan pemerintahan selain kewenangan yang dikecualikan dalama pasal 7 dan yang diatur dalam pasal 9. Untuk dimaklumi dalam pasal 7 khususnya ayat (1) kecuali dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan viskal, agama, serta kewenangan bidang lain. Ini semua merupakan kewenangan pusat.

Dalam pasal 11 ayat (2) inilah oleh Alex Noerdin dipusatkan dan diupayakan secara optimal guna segera direalisasikan agar terwujudnya kesejahteraan rakyat Muba secepat mungkin. Adapun bidang-bidang yang menjadi kewenangan bidang Bupati meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi dan tenaga kerja.

Pada sector pekerjaan umum prioritas utama adalah jalan darat, jalan Kabupaten dimana kondisinya pada saat itu sangat buruk. Alex Noerdin segera mengupayakan perbaikan jalan sedemikian rupa sehingga dalam waktu satu tahun jalan Kabupaten sepanjang lebih kurang 1.000 km semuanya dapat diperbaiki dalam kondisi yang relatif baik. Untuk kesehatan rakyat menjadi perhatian utama pula. Semua pusat kesehatan masyarakat harus melayani masyarakat Muba dengan cuma-cuma. Asuransi jiwa penduduk dilakukan.

Setiap warga Muba pemegang Kartu Penduduk (KTP) Muba apabila meninggal mendapat santunan / bantuan dari asuransi itu. Hal mana belum pernah terjadi pada masa sebelumnya. Pendidikan dan kebudayaan mendapat perhatian pula jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) sekolah menengah tingkat pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMA) umum dan kejuruan, negeri bebas SPP. Disamping itu didirikan pula sekolah olahraga. Pembangunan bidang olahraga sangat menonjol selama era Muba menjadi Kabupaten. Hal ini seiring pula dengan ditetapkannya Sumatera Selatan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON XVI) tahun 2004. Beberapa Venues untuk keperluan PON XVI dibangun di Muba seperti sirkuit Sky Land, arena balap kuda dan kolam renang bertarap internasional. Atas jasa-jasa itu pula maka pada 9 September 2005

Bupati Musi Banyuasin H. Alex Noerdin menerima medali “Adi Manggalya Krida dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Senayan Jakarta. Bersamaan dengan para atlet dan sesepuh olahraga di Indonesia lainnya. Pertanian terutama pangan terus meningkat Musi Banyuasin dikenal sebagai Lumbung Padi di Sumatera Selatan. Industri dan perdagangan terus berkembang disamping itu penanaman modal terutama di sektor perkebunan dan pertambangan terus meningkat. Hampir semua sektor maju dengan pesat selama era otonomi daerah yang dijalankan oleh Bupati H. Alex Noerdin. Kabupaten Muba yang selama ini seakan-akan terbenam dalam status quo kini mengeliat maju seiring dengan daerah-daerah lainnya yang terus berkembang sehingga berbagai penghargaaan yang pernah di terimanya :

1. Manggala Karya Kencana ” Penghargaan Dalam Mendukung Keberhasilan Program KB Nasional Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas ” 2002

2. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia 2002

3. Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah Dari Menteri Pendidikan Nasional 2002

4. Askes Award Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Sistem Asuransi Kesehatan 2002

5. Anugerah Dalam Rangka Pelaksanaan Pemberantasan Buta Aksara Dari Presiden Republik Indonesia 2002

6. Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia 2002

7. Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Atas Kerjaama Dengan Pihak Pers 2003

8. Penghargaan Olahraga Pada Hari Olahraga Nasional XX Dari Gubernur Sumsel 2003

9. Penghargaan Satya Lencana Wira Karya Dari Presiden Dan Wira Karya Kencana Dari Kepala BKKBN Dalam Mendukung Pelaksanaan Pembangunan Program KB dan Keluarga Sejahtera Serta Membangkitkan Motivasi Bagi Pengelola Program KB Nasional Pembangunan Keluarga Sejahtera 2003

10. Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Dari Presiden RI 2003

11. Penghargaan Di Bidang Ketahanan Pangan Dari Presiden RI 2004

12. Penghargaan Bidang Kelistrikan dari Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) WS2JB 2004

13. Penghargaan Lencana Karya Mahatva Yoda Utama II Sebagai Pembina Terbaik Karang Taruna Bupati / Walikota Se Indonesia 2004

14. Penghargaan Adi Manggala Krida Dari Presiden RI Sebagai Pebggerak dan Pembina Olahraga Terbaik di Daerah 9 Septemebr 2005

15. Penghargaan Tokoh Penggerak Kepemudaan Nasional dan Daerah Dari Presiden RI 2005

4 responses to “BIODATA

  1. selamat berjuang pak alek…
    insyaallah… 100% Lintang Empat Lawang mendukung bapak sebagai putra terbaik sumsel…amien

  2. Agak aneh kok tidak dijelaskan nama sekolah SD, SMP dan SMU Pak Alex. Lalu apakah mungkin kuliah di 2 Universitas karena sebagai alumni Universitas Trisakti saya tahu betul bahwa ada peraturan yang melarang mahasiswa untuk kuliah di Trisakti dan di Universitas lain ini yang pertama dan yang kedua secara jarak dan secara waktu apakah mungkin bisa kuliah di 2 Universitas yang cukup berjauhan di Jakarta (pertimbangan jarak dan kemacetan di Jakarta serta jadwal kuliah yang tidak tentu.). Ketiga pertimbangan tugas kuliah yang ada. Saya tahu betul Atmajaya selalu memberikan tugas yang banyak (karena sahabat saya kuliah di Atmajaya dan tinggal dengan saya selalu pusing dengan tugas kuliahnya) dan Atmajaya terkenal sebagai kampus yang mudah masuk tapi sulit lulus.

  3. Selamat buat Kanda Alex Nurdin, semoga terpilih jadi Gubernur Sum Sel, kalau kanda terpilih..merupakan orang ketiga dari Lintang Empat Lawang yang menjadi Gubernur, orang pertama dan kedua menjadi gubernur Bengkulu, semoga dapat terpilih ya Kanda….

  4. Aku dukung niatmu n aku do’akan dari Bandung mudah2an tercapai apa yang anda niatkan.Bravo pak Alex!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s